Sunday, 25 June 2017

Rekomendasi Untuk Anda × +

Terungkap Jatidiri Syaikh Yang Fotonya Sering Ada Di Rumah Makan Padang



Bagi sobat yang suka makan di rumah makan Padang, pasti pernah lihat foto yang sering dipajang di dinding rumah makan tersebut.

Ternyata itu adalah foto Syaikh Ungku Saliah merupakan ulama yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman khususnya Kecamatan VII Koto Sei Sarik. Nama lengkapnya Kiramatulla Ungku Saliah.



Menurut berbagai sumber yang dihimpun, Ungku Saliah lahir sekitaran tahun 1887 dan merupakan penganut Mazhab Syafi’i.

Pada usia 15 tahun beliau belajar mengaji kepada Syaikh Muhammad Yatim Tuangku Mudiak Padang di Surau Kalampaian Ampalu Tinggi. Di sana ia mendapat pengajaran ilmu thariqah dan mendapat gelar ‘saliah’ (shalih) dari gurunya. Beliau juga pernah berguru kepada Syaikh Aluma Nan Tuo, Koto Tuo Bukittinggi dan Syaikh Abdurrahman, Surau Bintungan Tinggi untuk memperdalam ilmu thariqah. Konon, thariqah yang beliau pelajari dan amalkan adalah thariqah Syathariyah.

Nama Saliah adalah merupakan sebuah gelar yang diberikan guru thariqahnya karena beliau terkenal  rajin belajar dan beribadah. Semasa hidupnya beliau memiliki murid dan pengikut yang sangat banyak.

Dari cerita orang-orang tua dulu dan pengikutnya, Ungku memiliki keistimewaan khusus layaknya wali Allah. Bila ada yang minta obat kepada Ungku Saliah terkadang beliau hanya mengambil sembarangan apa yang tampak di depan matanya. Seperti misalnya daun, rumput, batu atau yang lainnya. Ajaibnya benda-benda yang diambilnya mujarab jadi alat penyembuh.

Cerita lain yang beredar adalah soal kehebatan Angku dalam memecah raga. Ungku disebut-sebut bisa menghadiri acara beberapa tempat yang berbeda di waktu yang bersamaan. Dan cerita yang paling dikenang oleh orang-orang tua adalah beliau pernah melempar batu kerikil saat air bah datang di sebuah kampung, air bah tersebut berbelok arah dan tidak jadi mengenai kampung.



Ungku Saliah wafat 3 Agustus 1974 di Sungai Sariak, Pariaman. Makamnya dibuat gobah yang sampai sekarang tetap dikunjungi oleh para penziarah.

Para pengagum dan orang-orang yang mengetahui cerita serta seluk beluk beliau pun ikut mengkeramatkan foto beliau. Fotonya pun sering dijadikan ‘jimat pelaris’ dagangan.

Sumber (ngelmu)


EmoticonEmoticon